
Kondisi Beton Retak Mempengaruhi Kekuatan Pengangkuran Pasca Cor

Retak pada beton terjadi ketika tegangan tarik pada beton yang disebabkan oleh beban atau kondisi pembatas melebihi kekuatan tarik beton. Beton umumnya dianggap akan retak pada kondisi beban layanan normal. Lebar dan distribusi retak umumnya dikendalikan melalui penggunaan tulangan. 

Kehadiran retak di sekitar area penahanan dapat menyebabkan penurunan kapasitas beban ultimate dan peningkatan perpindahan pada beban ultimate dibandingkan dengan beton yang tidak retak. Standard beton pada bangunan yang mengacu pada ACI 318 mengasumsikan beton yang retak sebagai kondisi dasar untuk desain penahanan yang dicor di tempat dan penahanan yang dipasang setelah konstruksi. Konsiderasi ini ada pada ACI 318:14 & juga SNI 2847:2019 Bab 17 pasal 17.2.3.3. 
Lebar dan distribusi retak umumnya dikendalikan melalui penggunaan penguatan. Dengan mempertimbangkan perlindungan baja penguatan, lebar retak, mengacu ke standard ACI 318, diasumsikan lebar retak sekitar kurang dari 0,02 inci (0,5 mm) untuk beban gempa dan sekitar 0,012 inci (0,3 mm) untuk beban lain. Retak pada beton terjadi akibat tegangan tarik internal yang diinduksi oleh gaya eksternal, perubahan volume, dan susut.
Retakan-retakan ini dapat memiliki dampak negatif terhadap kinerja angkur tanam dan angkur pasca cor. Retakan-retakan tersebut dapat menyebabkan penurunan beban maksimum yang dapat ditahan oleh angkur dan peningkatan jumlah perpindahan yang dialami angkur pada beban maksimum.
Desain untuk kondisi beton yang tidak retak dapat diizinkan apabila di mana dapat dibuktikan bahwa retak pada beton pada beban layanan tidak akan terjadi selama masa layanan angkur.
Untuk kasus yang melibatkan beban gempa, SNI 2847:2019 maupun ACI 318 mensyaratkan anchor yang dipasang pasca cor terkualifikasi untuk penggunaan pada beton yang retak untuk beban gempa. Kualifikasi tersebut berdasarkan ACI 355.2 untuk jenis angkur mekanis dan ACI 355.4 untuk jenis angkur adhesif. 

Untuk membantu Anda dalam merancang struktur untuk kondisi retak atau tidak retak, Hilti menyediakan perangkat lunak desain terbaik. Hilti PROFIS Engineering adalah perangkat lunak desain komprehensif untuk desain anchor pada beton dan bahan dasar selain beton, serta dilengkapi dengan fitur terbaru berupa Smart Design dan Integrasi terkait software desain struktur global lain seperti ETABS, RISA, SAP2000 dan lain nya. PROFIS Engineering mencakup ketentuan pemasangan angkur pada beton sesuai dengan ACI 318 maupun SNI 2847:2019.
Untuk mencoba melakukan desain terkait kondisi beton retak menggunakan angkur pasca cor yang telah teruji untuk kondisi tersebut, kunjungi https://profisengineering.hilti.com