EPD dan LCA pada Sistem Proteksi Kebakaran Pasif
Deklarasi Produk Lingkungan (Environmental Product Declarations/EPD) dan Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessments/LCA) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur dan mengomunikasikan dampak lingkungan dari produk konstruksi. Kedua alat ini membantu tim proyek dalam mencapai target keberlanjutan, menghitung karbon terwujud (embodied carbon), serta mendukung pemenuhan persyaratan skema sertifikasi bangunan hijau seperti LEED, BREEAM, dan DGNB.

Deklarasi Produk Lingkungan (Environmental Product Declarations/EPDs)
Deklarasi Produk Lingkungan (Environmental Product Declarations/EPD) menyajikan informasi mengenai dampak lingkungan suatu produk mulai dari tahap ekstraksi bahan baku dan manufaktur hingga pelepasan produk dari bangunan serta pengelolaannya pada akhir siklus hidup (end-of-life) (lihat Gambar 1). Perhitungan tersebut didasarkan pada data energi aktual dari fasilitas produksi dan diverifikasi oleh lembaga independen pihak ketiga.Dampak lingkungan dinyatakan dalam satuan ekuivalen emisi CO₂ per kilogram produk (kg CO₂e/kg produk). Penilaian yang mencakup seluruh tahapan dari cradle-to-grave dikenal sebagai Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessment/LCA).
Metode ini mempertimbangkan seluruh aspek yang terkait dengan manufaktur, penggunaan, dan akhir masa layanan produk, termasuk dampak bahan baku, konsumsi energi selama proses produksi, limbah produksi dan limbah produk, transportasi ke lokasi proyek, pelepasan produk dari bangunan, serta berbagai skenario akhir siklus hidup seperti daur ulang, insinerasi dengan atau tanpa pemulihan energi (energy recovery), maupun pembuangan ke tempat pemrosesan akhir (landfill).
EPD juga memberikan informasi mengenai lokasi dan metode manufaktur produk, penggunaan material daur ulang atau yang dapat didaur ulang, pemanfaatan material biogenik (biogenic materials) seperti material berbasis biomassa atau kayu, serta keberadaan zat yang dibatasi oleh regulasi REACH (Registration, Evaluation, Authorisation and Restriction of Chemicals) atau Substances of Very High Concern (SVHC).
Pada sistem proteksi kebakaran pasif, kontribusi terbesar terhadap dampak lingkungan umumnya berasal dari proses ekstraksi bahan baku dan produksi bahan kimia. Sebaliknya, tahap penggunaan (in-use phase) biasanya memberikan dampak yang sangat kecil karena setelah terpasang di dalam bangunan, produk akan tetap berada pada posisinya hingga bangunan mencapai akhir masa layanannya. Dampak pada tahap akhir siklus hidup sangat bergantung pada jenis produk, kemudahan pelepasan dari bangunan, dan potensi daur ulangnya.
Jejak karbon (carbon footprint) dihitung berdasarkan satu kilogram produk. Informasi ini memungkinkan perhitungan total jejak karbon dari jumlah produk yang digunakan pada suatu aplikasi tertentu, sekaligus memberikan gambaran mengenai dampak lingkungan produk tersebut secarakeseluruhan. Selain emisi CO₂, EPD mencakup berbagai indikator lingkungan lainnya yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai dampak suatu produk terhadap lingkungan. Namun demikian, nilai emisi CO₂ tetap menjadi indikator utama yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja lingkungan suatu produk.
Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessments/LCA)
Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessment/LCA) juga menyajikan dampak lingkungan suatu produk mulai dari tahap bahan baku hingga akhir siklus hidupnya (end-of-life). Namun, berbeda dengan EPD, LCA umumnya didasarkan pada data konsumsi energi rata-rata dari fasilitas produksi dan menyajikan hasil per satu unit produk sebagaimana dipasarkan.
LCA biasanya tidak melalui proses verifikasi oleh pihak ketiga yang independen. Meskipun demikian, LCA tetap memberikan gambaran yang bermanfaat mengenai jejak karbon (carbon footprint) suatu produk.
Hubungan antara EPD, LCA, dan Sistem Penilaian Bangunan Hijau
Skema sertifikasi bangunan hijau seperti LEED, DGNB, dan BREEAM memiliki kriteria khusus terkait material bangunan dan dampak lingkungan sepanjang siklus hidup bangunan. Bangunan atau proyek secara keseluruhan memperoleh sertifikasi berdasarkan pemenuhan berbagai kriteria yang ditetapkan dalam masing-masing skema tersebut.
Tabel 1 menunjukkan contoh skema sertifikasi bangunan hijau beserta kategori kredit di mana Environmental Product Declarations (EPD) dapat mendukung perolehan poin penilaian. Apabila suatu proyek menerapkan salah satu skema sertifikasi tersebut, keberadaan EPD yang telah diverifikasi oleh pihak ketiga pada tingkat produk dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pencapaian kredit yang mendukung sertifikasi bangunan secara keseluruhan.
Pada proyek yang mengacu pada sertifikasi LEED, Life Cycle Assessment (LCA) yang telah melalui proses critical review juga dapat memberikan kontribusi terhadap perolehan kredit. Namun demikian, kontribusi kredit yang diberikan umumnya lebih rendah dibandingkan dengan EPD yang telah diverifikasi oleh pihak ketiga, karena EPD menawarkan tingkat transparansi, konsistensi, dan keandalan data yang lebih tinggi.
Tabel 1. Skema Sertifikasi Bangunan Hijau dan Kategori Kredit yang Relevan dengan Environmental Product Declarations (EPD)
Strategi Keberlanjutan Hilti dan Target Pengurangan Emisi Berbasis Sains (SBTi)
Untuk mendukung target iklim dan mengurangi emisi CO₂ global yang dihasilkan oleh lingkungan binaan (built environment), Hilti telah menetapkan target pengurangan emisi yang ambisius hingga tahun 2032 yang telah divalidasi oleh Science Based Targets initiative (SBTi), dengan tujuan jangka panjang mencapai emisi nol bersih (net-zero emissions) pada tahun 2050. Salah satu kontribusi utama untuk mencapai target tersebut adalah melalui pengembangan produk yang lebih berkelanjutan. Ambisi Hilti adalah menjadi mitra terbaik pelanggan dalam keberlanjutan, baik melalui solusi yang ditawarkan maupun cara perusahaan beroperasi. Strategi ini dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu Lingkungan (Environment), Manusia (People), dan Masyarakat (Society). Pilar Lingkungan mencakup dekarbonisasi operasional perusahaan, pengembangan produk yang lebih berkelanjutan, serta praktik konstruksi yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks ini, Environmental Product Declarations (EPD) yang menyediakan transparansi data emisi CO₂ yang telah diverifikasi oleh pihak ketiga menjadi salah satu elemen penting dalam pelaksanaan strategi tersebut.
Sistem Proteksi Kebakaran Pasif milik Hill
Saat ini, produk Hilti Firestop dapat membantu pelanggan Hilti dan pemilik bangunan dalam memilih produk yang akan digunakan melalui penyediaan Environmental Product Declarations (EPD) dan Life Cycle Assessments (LCA) yang telah melalui proses critical review. Dokumen tersebut tersedia untuk berbagai produk firestop, baik yang telah berbentuk jadi (pre-formed) maupun yang diaplikasikan secara basah (wet-applied), termasuk speed sleeves, blocks/plugs, cast-in devices, firestop foams, perekat dan sealant, serta cavity barriers. Selain solusi firestop, Hilti juga menyediakan lebih dari 50 EPD yang mencakup lebih dari 1.000 item produk, termasuk angkur (anchors) dan sistem penyangga MEP (MEP supports).
Ringkasan dan Kesimpulan mengenai Environmental Product Declarations (EPD)
Life Cycle Assessment (LCA) dan Environmental Product Declaration (EPD) sama-sama menyediakan transparansi data mengenai jejak karbon produk dalam satuan kg CO₂e/kg produk, termasuk informasi mengenai produk, proses manufaktur, lokasi produksi, dan bahan baku yang digunakan. Informasi ini dapat mendukung pencapaian kredit dalam berbagai skema sertifikasi bangunan hijau. Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa EPD menggunakan data aktual pabrik yang dikumpulkan selama satu tahun kalender, sedangkan LCA umumnya menggunakan data generik atau data rata-rata industri. Selain itu, EPD umumnya telah diverifikasi oleh pihak ketiga independen, sementara LCA belum tentu melalui proses verifikasi tersebut. EPD dan LCA mendukung proyek konstruksi dalam mengevaluasi serta mencapai target keberlanjutan, termasuk perhitungan jejak karbon bangunan atau proyek secara keseluruhan. Selain emisi karbon, keduanya juga memberikan informasi mengenai berbagai indikator dampak lingkungan lainnya, seperti potensi penipisan lapisan ozon (ODP), penggunaan air, dan potensi eutrofikasi. Pada EPD yang telah diverifikasi pihak ketiga, metode perhitungan dan data lingkungan telah melalui proses peninjauan dan verifikasi independen untuk meningkatkan kredibilitas dan transparansi informasi. Untuk mengakses seluruh EPD yang tersedia, kunjungi Hilti Online pada halaman produk dan pilih bagian Sustainability
Referensi Artikel Terkait EPD
LEED 5.0 Building Design and Construction, Launch Edition, April 2025.
LEED v4.1 Building Design and Construction, Oktober 2021.
BREEAM-NOR v6.0 New Construction Technical Manual SD5076NOR
BREEAM International New Construction Version 6.0, Technical Manual SD250
DGNB System: Kriterienkatalog Gebäude Neubau, Versi 2018.
Financing Transformation: A Guide to Green Building for Green Bonds and Green Loans, 2024.
Alliance HQE
BRE (Building Research Establishment
Green Building Council Australia
Singapore Green Building Council
U.S. Green Building Council (USGBC)
Strategi Keberlanjutan Hilti (Hilti Sustainability Strategy)