Skip to main content
Cart

Deklarasi produk lingkungan dan penilaian daur hidup dalam perlindungan kebakaran pasif

Hilti Indonesia
Reading time: < 5 minutes
Testimonials

Environmental Product Declarations (EPD) dan Life Cycle Assessments (LCA) membantu memperoleh poin dalam skema Bangunan Hijau sekaligus memberikan transparansi data mengenai dampak CO₂ suatu produk. Banyak proyek konstruksi, termasuk sektor Energi, Industri, Komersial, maupun Residensial, telah disertifikasi sebagai Bangunan Hijau atau memiliki target keberlanjutan sendiri.

Pendahuluan

Environmental Product Declarations (EPD) dan Life Cycle Assessments (LCA) membantu memperoleh poin dalam skema Bangunan Hijau sekaligus memberikan transparansi data mengenai dampak CO₂ suatu produk. Banyak proyek konstruksi, termasuk sektor Energi, Industri, Komersial, maupun Residensial, telah disertifikasi sebagai Bangunan Hijau atau memiliki target keberlanjutan sendiri.Produk firestop yang memiliki EPD atau LCA membantu mencapai target keberlanjutan proyek, baik dalam mendukung perolehan kredit sertifikasi Green Building, menghitung dampak CO₂ suatu bangunan, maupun dalam memilih produk untuk mencapai target emisi karbon.Tujuan artikel ini adalah menjelaskan dasar-dasar EPD dan LCA serta bagaimana keduanya memberikan nilai tambah pada proyek Anda.

Perbedaan Antara LCA dan EPD

Jejak karbon suatu produk dapat diukur menggunakan dua metode standar:

  • Life Cycle Assessment (LCA)

  • Environmental Product Declaration (EPD)

Keduanya menguraikan dampak lingkungan produk berdasarkan tahapan siklus hidupnya, namun tingkat ketelitiannya berbeda:

  • LCA

    menggunakan data rata-rata

  • EPD

    menggunakan data energi aktual dari pabrik dan diverifikasi oleh pihak ketiga bersertifikat

Tahapan Siklus Hidup (Life Cycle Stages)

LCA dihitung berdasarkan dampak lingkungan sepanjang seluruh siklus hidup produk.Siklus hidup dibagi menjadi kategori A–D, dimana masing-masing tahap dihitung dampaknya dan dijumlahkan menjadi total dampak dalam satuan kg CO₂ selama 100 tahun.Selain CO₂, indikator lain juga dinilai, antara lain:

  • Potensi penipisan ozon

  • Penggunaan air

  • Potensi asidifikasi

EPD menjadi sumber informasi penting selain hanya CO₂ dalam menilai dampak lingkungan suatu produk.

Environmental Product Declarations (EPD)

EPD menggambarkan dampak lingkungan produk dari:

  • Bahan baku

  • Produksi

  • Penggunaan

  • Pembongkaran dari bangunan

  • Akhir masa pakai

Perhitungan didasarkan pada data energi aktual dari pabrik dan diverifikasi oleh pihak ketiga. Dampak lingkungan dihitung dalam kg CO₂ ekuivalen per kg produk.Penilaian dari “Cradle to Grave” mencakup:

  • Dampak bahan baku

  • Energi produksi

  • Limbah produksi dan produk

  • Transportasi ke lokasi proyek

  • Pembongkaran

  • Skenario akhir (daur ulang, pembakaran, landfill)

EPD juga memberikan informasi tentang:

  • Lokasi dan proses produksi

  • Kandungan bahan daur ulang / biobased

  • Kandungan bahan berbahaya (REACH SVHC)

Dalam perlindungan kebakaran pasif, dampak terbesar biasanya berasal dari:

  • Ekstraksi bahan baku

  • Produksi kimia

Tahap penggunaan umumnya sangat kecil dampaknya karena produk tetap terpasang hingga akhir usia bangunan.