
Peran vital firestopping sebagai salah satu proteksi kebakaran pasif untuk meningkatkan keselamatan kebakaran gedung.

Kasus kebakaran di Indonesia selalu meningkat pertahunnya. Dapat dilihat dari data kepolisian RI per Juli 2023, bahwa jumlah kasus kebakaran di Indonesia mencapai 1,323 kasus sampai dengan per januari sampai dengan Juli 2023 lalu. Dibulan Juni 2024 ini pun terjadi kasus kebakaran yang cukup besar di salah satu mall di Bekasi yaitu Revo Mall. Diliput oleh Kompas.com dan Tempo bahwa kebakaran tersebut telah melahap 4 lantai mall dengan presentase kerusakan mencapai 60%.
Sempat terjadi kepanikan akibat terhalangnya jalur evakuasi oleh asap sampai menyebabkan 10 orang harus dilarikan kerumah sakit. Para korban mengalami sesak setelah menghirup asap kebakaran tersebut dan salah satu pengunjung mall pun berusaha untuk melompat dari lantai 2 dikarenakan panik. Dari kejadian tersebut, dapat dilihat bahwa hal yang berbahaya saat kebakaran bukan saja dikarenakan oleh api tetapi juga disebabkan oleh asap beracun yang menyebar dengan cepat.
Selain itu, asap juga dapat menyebabkan kerugian jiwa seperti yang terjadi di kasus kebakaran Gedung Cyber 1 pada tahun 2015 lalu, yang dimana penyebab kebakaran awalnya terjadi dikarenakan korselting instalasi AC basement dimana tidak ada perambatan api ke lantai lain tetapi perambatan asap yang memakan 2 korban Jiwa.
Kejadian kebakaran di pusat perbelanjaan (mall) sumber: infobekasi
Bagaimana cara mencegah penyebaran kebakaran dalam gedung? Apa Yang Bisa Dilakukan?
Desain pada bangunan perlu memperhatikan berbagi aspek, terutama keselamatan, kenyamanan dan keandalan bangunan. Pemerintah melalui Undang-Undang Bangunan Gedung No. 28 tahun 2002 dan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2021 dan juga dijelaskan mengenai cara-cara proteksi kebakaran pasif melalui Peraturan Menteri PU 26 tahun 2008 maupun SNI 1736:2000 menyebutkan bahwa desain pada bangunan harus memiliki proteksi kebakaran aktif dan pasif secara bersamaan untuk memastikan keamaan pengguna bangunan dan juga memudahkan pihak pemadam kebakaran selama proses evakuasi kebakaran berlangsung. Khusus mengenai proteksi kebakaran pasif, ada dua prioritas terkait keandalan bangunan gedung, yakni mengenai structural integrity atau kemampuan bangunan tidak runtuh akibat kejadian kebakaran dan kompartmentasi pada bangunan.
Apa Yang Dimaksud Dengan Kompartmentasi?
Komparmentasi adalah pembagian struktur atau ruangan dalam sebuah gedung untuk melakukan pemisahan resiko kebakaran yang efektif dengan menggunakan bahan dan material yang memiliki ketahanan api. Kompartmentasi dapat juga dibagi secara vertikal maupun horizontal Sebagai ilustrasi, gambar dibawah merupakan denah dari suatu gedung yang telah dikompartementasi dengan dinding dan lantai yang memiliki properti ketahanan api.

Kompartmentasi vertikal & horizontal melalui dinding dan lantai tahan api (fire-rated wall & floor) sumber: Hilti
Gedung tidak hanya memberikan keandalan dan keamanan namun juga mampu memberikan kenyamanan. Untuk memastikan kenyamanan, gedung akan memfasilitasi hal tersebut dalam bentuk pencahayaan, kualitas udara, ketersediaan air, ketersediaan listrik dan lain nya dalam bentuk "series of interconnected service line" yang dapat disebut dengan service line. Service line ini akan menembus dinding dan lantai pembentuk kompartmentasi yang akan memberikan weak point dimana celah tersebut membuat asap dan api dapat menyebar. Kebakaran yang terjadi di MGM Grand Hotel pada tahun 1980 memberikan gambaran betapa celah kecil dapat merambat hingga ke lantai atas walaupun kebakaran terjadi di lantai dasar. Celah dan weakpoint ini perlu diperhatikan sehingga kompartmentasi dapat dijaga melalui penggunaan sistem firestop.

MGM Grand Fire 1980. Kredit foto: Associated Press Photo
Bagaimana Firestop Dapat Mencegah Api Dan Asap?
Sistem firestop adalah rangkain dari berbagai macam material dapat berupa foam ataupun sealant yang dipasang untuk menutup celah maupun penetrasi pada lantai dan dinding yang memiliki ketahanan api untuk mengembalikan kemampuan kompartementasi. Sistem firestop tersebut akan bekerja sebagai penahan asap, api dan air yang membantu pencegahan penyebaran api dari ruangan sumber kebakaran dan menjaga komparmentasi. Dengan demikian, asap dan api tersebut tidak melalui celah atau weakpoint yang terjadi akibat tembusan di dinding atau lantai kompartmentasi.
Ilustrasi sistem rakitan firestop pada dinding. sumber: Hilti
Kesimpulan:
Perencanaan bangunan terhadap bahaya kebakaran perlu mendapat porsi lebih untuk mengurangi dampak kebakaran demikian pula dengan proteksi kebakaran pasif dalam bentuk kompartmentasi yang dilengkapi sistem firestop. Memastikan sistem firestop bekerja menjadi krusial untuk menahan api dan asap pada ruangan yang terkompartmentasi dengan baik. Maka dari itu, perlu adanya pembahasan yang lebih detail terkait proteksi kebakaran, baik aktif dan pasif, dan juga firestop baik dilevel perencanaan, pelaksanaan maupun pemeliharaan saat bangunan berfungsi.
Untuk informasi lebih jauh mengenai firestop dapat dilihat di buku "Firestopping pada Bangunan" pada link berikut.
Jika ada permintaan konsultasi mengenai firestop yang akan dibantu oleh firestop specialist dari Hilti dengan mengunjungi halaman ini.
Penulis:
Ulfa Nanditya Putrinta - Fire Protection Specialist Hilti Indonesia
Dana Lutfi Ilmansyah - Codes and Approval Manager Hilti Indonesia
Sumber referensi:
https://calgaryherald.com/news/local-news/today-in-history-the-vegas-mgm-grand-fire-killed-87
https://www.firefighternation.com/wp-content/uploads/2016/11/lasvegasmgmgrand.pdf
https://peraturan.bpk.go.id/Details/161846/pp-no-16-tahun-2021
https://peraturan.bpk.go.id/Details/104475/permen-pupr-no-26prtm2008-tahun-2008
https://peraturan.bpk.go.id/Details/44487/uu-no-28-tahun-2002
https://megapolitan.kompas.com/read/2022/04/29/16250831/tiga-bulan-berlalu-polisi-akhirnya-ungkap-penyebab-kebakaran-gedung-cyber.
https://megapolitan.kompas.com/read/2024/06/25/13013421/pengelola-revo-mall-dan-polisi-akan-investigasi-penyebab-kebakaran-yang.